Menu Tutup

Omzet Merosot Tajam, Rental Mobil Palembang Mengadu ke OJK

Omzet Merosot Tajam, Rental Mobil Palembang Mengadu ke OJK. Akibat pandemi Covid19 yang merebak di kota Palembang sejak 2 bulan lalu, omzet semua perusahaan rental mobil di Palembang mengalami penurunan drastis. Beberapa di antaranya bahkan tidak sanggup lagi bertahan karena pendapatannya berkurang sampai 90%.

pengurus-asosiasi-rental-mobil-palembang

Padahal hampir semua rental mobil memiliki hutang cicilan mobil ke bank atau perusahaan leasing. Hal ini tentunya membuat mereka semakin terpuruk, bahkan ada yang hampir gulung tikar atau bangkrut. Dalam upaya mengantisipasi semakin memburuknya keadaan. Para pengusaha rental mobil yang tergabung dalam Paguyuban Rental Mobil Palembang telah menyampaikan pengaduan kepada OJK.

Baca: Rental Mobil Toyota Alphard di Palembang

Bagimana kelanjutannya? Ayo simak liputannya yang kami repost dari TribunNews Palembang. Merebaknya virus corona di Indonesia dengan cepat berdampak ke beragam sektor. Salah satu sektor yang paling terasa dari dampak Covid-19 adalah usaha rental mobil di Palembang.

Baca juga: Rental Mobil Innova Reborn di Palembang

Kelonggaran Cicilan Kendaraan

Jasa sewa kendaraan roda empat ini mengalami penurunan omzet hingga 90 persen dari sebelum merebak virus corona. Saat pendapatan tengah anjlok, pihak leasing tidak memberikan kelonggaran terhadap cicilan kendaraan.

Menyikapi hal itu, paguyuban rental mobil Palembang mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumbagsel, Jumat (20/3/2020). Mereka meminta otoritas tersebut memberikan arahan kepada pihak leasing untuk memberikan kelonggaran penundaan pembayaran cicilan mobil.

Simak: Rental Mobil Pengantin di Palembang

“Seiring dengan pandemi corona ini ekonomi tengah lesu. Usaha rental mobil juga kena imbas. Kami harap OJK mau mendorong kepada pihak leasing untuk memberikan kelonggaran.” Ujar Ketua Rent Car Indonesia (RCI) Palembang. M Padli usai mendatangi kantor OJK Regional 7 Sumbagsel.

Ia menjelaskan, penurunan omzet yang menerpa para pelaku usaha jasa sewa mobil Palembang hingga 90 persen dari sebelumnya. Dalam kondisi saat ini nyaris tidak ada lagi orang atau perusahaan yang menyewa mobil.

“Omzet kami merosot tajam sampai 90 persen. Sekarang semua orang kan kerja dari rumah, jadi siapa lagi yang mau sewa mobil,” terangnya.

Ketua Paguyuban Rental Mobil Palembang (PRMP), Fajar Amran menambahkan usaha sewa mobil menjadi salah satu sektor usaha yang saat ini mengalami trend penurunan omzet drastis.

Maka itu pihaknya berharap OJK agar dapat menginstruksikan kepada pihak leasing agar memberi kelonggaran cicilan paling tidak selama 6 bulan ke depan.

“Jujur dengan kondisi saat ini kami kesulitan bayar cicilan mobil. Semoga OJK dapat mempertimbangkan keadaan kami,” harapnya.

Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi Daerah OJK Regional 7 Sumbagsel. Lina untuk saat ini kebijakan relaksasi untuk industri keuangan non bank belum ada.

Sumber: TribunNews Palembang

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Yandi Triansyah

Posted in Berita